mengambil tahu tentang kamu,
menanti dari cebis-cebis kata-kata tulisanmu,
menanti kata-kata bermakna yang senantiasa membuatkan aku tersenyum sendirian.
ada waktu manusia hanya perlu kata untuk cinta,
ada waktu manusia tidak perlu bahasa bicara, cukup sekedar bahasa tubuh,
sama sepertiku, setiap tulisanmu yang ku tunggu,
kerana itu sahaja cara aku tahu apa khabar kamu jauh disana,
karena itu sahja caranya aku mengenalmu dengan lebih dalam,
kerana kita tak pernah berbicara lebih, kita masih punya batas,
aku dan kamu tak punya apa-apa yang bisa dibawa diskusi, aku juga malu sendiri,
percayalah, aku disini, masih menjadi pembaca setia tulisanmu, juga suaramu.
aku masih di sini, masih menunggu senantiasa khabarmu tanpa kamu sadari.
kerana aku, adalah pencinta tulisanmmu dalam diam++
-jtj