Teja memandang ke luar tingkap bas yang laju menuju ke destinasi . Kepala tak tau nak cakap apa perasaan sekarang . Bercampur-baur macam Rojak buah Pulau Pinang . Riisau , bahagia , sedih , gembira . Memang macam rojak . Telinga disumbat dengan earphone . Sholatun Bissalamil Mubin Acoustic Version berlagu di kedua belah telinga . Qasidah favourite . Mata leka memandang setiap objek yang berada di tepi jalan . Cahaya matahari yang kian kelihatan menyinar pada wajah .
Mulut mengikut yang lain membaca ma'thurat pagi dengan telinga berlagu Qasidah . Perempuan , boleh buat banyak benda dalam satu masa . Otak laju , lincah berfikir .
How is he ? Is He still alive ? Is He Okay ? Apa yang aku nak cari dekat Padang ? Apa hadaf aku sebenarnya ? Allah redha ke ? Am I really going to go back home again ? Am I still alive tomorrow ?
Perginya tanpa tahu apa tujuan .
Seperti kucing yang hanya mengikut tuannya , tanpa tahu Hadaf sebenar.
Tapi aku manusia yang sepatutnya tahu Hadafnya .
Mengharap balik nanti bukan Teja yang sama .
Tapi Teja yang sudah faham dan tahu akan sesuatu yang baru .
Teja
19022014
Malizia.
