Berjalan kaki di atas jalan batu yang mencucuk-cucuk tapak kasut.
Peluh tak keluar itu mustahil .
Tapi akhirnya senyuman menghiasi bibir.
Hati terasa sesuatu.
Tak mampu describe perasaan sesuatu itu.
Perasaan semakin kuat bila kaki mula melangkah ke ruang sekolah.
Senyum tak lekang dari bibir .
Melihat anak-anak lelaki juga perempuan .
Teringat Laskar Pelangi.
Anak-anak polos , bersih tanpa dosa menarik hujung bibir senyum lebar.
Tak kenal , mana nak cinta , mana nak sayang , mana nak rindu , mana nak doa .
Salam diberi , balasan membuat diri hampir luruh jantung .
Hampir Luruh jantung terkesima dengan Hamasah mereka .
Hampir Luruh jantung terkesima dengan Gema takbir mereka .
"Tiga kata Penggoncang Dunia, Takbir!"
"Allahu Akbar . Allahu Akbar . Allahu Akbar !"
Berbeza .
Sampai ke hari ini aku akan tetap kata yang Ar-Risalah dan Hidayah itu berbeza .
Hamasah mereka dan Hamasah kita .
Entah bila aku mampu berdiri megah mengatakan kita sama .
Matangnya mereka . Hamasah mereka .
Semua tentang Mereka itu .
Aku angkat tangan . Mengalah dahulu .
Sungguh mereka telah mengalahkan aku . Kita .
Hingga hari ini , mohon pinjam Hamasah Kalian .
Sampai mati , mohon pinjam semangat Kalian .
Teja.
19022014
Padang , Indonesia
