15.9.16
Takut
melihat bekas-bekas di lengan. seakan tiada pengakhiran. Berjalannya waktu, bertambah garis baru, berdarah, kering, membentuk bekas berjalur. Ditutup, mendiam tiada yang tahu. Dia cuba untuk membunuh. Hari dihitung waktu dibilang. Mengharap tangannya menghulur tenang, menunggu badannya menyalur haba. Dinginnya insan disekeliling menyakitkannya sehingga dia terherot ke tepian bilik gelap sunyi. Setiap gelapnya malam, hitam keorenan langit tika waktunya, ada air hangat yang melimpah laju dari kedua belah mata. Sakit dibelakang kepala dekat tengkuk menahan suara tangis dan hiba. Rasa takut yang mencengkam jiwa menarik tangan laju menghentam dada. kedua mata membengkak, masih melimpah air hangat. Setiap gelapnya malam, dia menangis hiba dan sendu. Sakitnya menahan takut tiada yang mengerti. Sehari-hari ditahan sendiri, terus hidup dengan cebisan kekuatan iman dari Tuhan. Takutnya, masih di sini. Masih tanpa sebab yang munasabah untuk manusia biasa. Tapi dia, aneh. Dan dia mahu cepat-cepat mati bertemu Tuhan--
Eh dah syawal.
Malam 30 sepatutnya. Itulah apa yang aku harapkan, walaupun bukan boleh puasa pun. Tapi, masih mahu punya waktu berdoa dalam waktu² ramadan....
-
Syahadah Al-Haq. Karya : Abu Al'A'la Al-Maududi. Status : Masih belum Khatam . Masih belum Hadam . HIGHLIGHT: "Allah Jadi...
-
It hurts so much, I cant think of any other word but hurt, And pain and broken. It hurts so much, My tears cant stop, My heart broke, ...
-
people are too damn selfish. As long as they can survive, they leave other people back, and move on. People are too damn selfish. Ignore...